Materi dan Soal bab 8 dan 9, Covid-19, Wawasan Nusantara
Nama: Ragil Setiya Adista
Kelas: X TO3
Bab 8
Definisi bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.
Dilansir dari situs resmi Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.
Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara.
Dengan melaksanakan kewajiban bela bangsa, menjadi bukti dan proses bagi seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaan mereka dalam berbakti pada nusa dan bangsa. Sekaligus menjadi bukti pemahaman mengenai bela negara.
Pemahaman tersebut bisa dilakukan dengan terbinanya hubungan baik antar sesama warga negara hingga proses kerja sama untuk menghadapi ancaman dari pihak asing secara nyata.
“Bela negara merupakan sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang atau suatu kelompok maupun seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.”
Secara fisik, hal ini bisa diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara . sedangkan secara non-fisik konsep ini memiliki arti sebagai upaya untuk serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial ataupun peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.
Penerapan di Indonesia
Kesadaran bela negara hakikatnya kesediaan berbakti terhadap negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara hingga bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya yaitu bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Unsur Dasar Bela Negara
- Cinta Tanah Air Indonesia
- Kesadaran Berbangsa & bernegara
- Yakin dengan Pancasila sebagai ideologi negara
- Rela berkorban demi bangsa & negara
- Mempunyai kemampuan awal bela negara
Contoh Bela Negara
- Melestarikan budaya dan adat istiadat
- Belajar dengan rajin bagi para siswa
- Taat hukum dan aturan-aturan negara
- Mencintai produk dalam negeri
Pemerintah Indonesia kini sedang menjalankan program pelatihan Bela Negara yang 7 bagi seluruh lapisan masyarakat. Tanggal 22 Oktober 2015, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah meresmikan pembukaan program untuk bela negara. Program itu dimaksudkan untuk memperteguh keyakinan berdasarkan 5 unsur tersebut di atas, namun program ini bukanlah sebuah bentuk wajib militer.
NILAI NILAI BELA NEGARA
Cinta tanah air
Mengenal serta mencintai tanah air agar selalu waspada dan siap membela tanah air Indonesia pada segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang bisa membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Indikator cinta tanah air meliputi:
- menjaga tanah air dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia.
- bangga menjadi bangsa Indonesia
- menjaga nama baik bangsa serta negara Indonesia
- memberi kontribusi dan kemajuan terhadap bangsa dan negara Indonesia
- mencintai produk dalam negeriserta budaya, dan kesenian Indonesia.
Kesadaran berbangsa dan bernegara
Sadar sebagai warga bangsa negara Indonesia dalam bentuk tingkah laku, sikap, dan kehidupan pribadi agar bisa bermasyarakat sesuai dengan kepribadian bangsa. Indikator nilai kesadaran berbangsa dan bernegara meliputi:
- Mempunyai kesadaran keragaman budaya, suku, agama, bahasa dan adat istiadat.
- Melakukan hak dan kewajiban sebagai warga negara sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
- mengenal keragaman individu di rumah serta di lingkungannya.
- berfikir, bersikap serta berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia.
- berpartisipasi dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
Pancasila adalah pedoman dan pandangan hidup bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional walaupun berbeda suku, ras dan agama. Rasa yakin terhadap Pancasila sebagai ideologi negara yang sah dicapai dengan menumbuhkan kesadaran:
- yang didasari Pancasila,
- pada kebenaran (NKRI) negara kesatuan republik Indonesia
- bahwa dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, negara bangsa Indonesia tetap jaya
- setiap perbedaan pendapat pada kehidupan berbangsa dan bernegara bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat,
- bahwa Pancasila bisa membentengi mental dan karakter bangsa dalam menghadapi ancaman baik dari dalam dan luar negeri.
Nilai yakin terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa meliputi:
- memahami nilai-nilai Pancasila.
- mengamalkan Pancasila pada kehidupan sehari-hari.
- menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa
- senantiasa mengembangkan nilai Pancasila
- setia pada Pancasila serta meyakini sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rela berkorban
Rela berkorban demi bangsa dan negara. Bersedia mengorbankan waktu, tenaga, pikiran serta harta benda untuk kepentingan umum hingga pada saatnya nanti siap mengorbankan jiwa raga bagi kepentingan bangsa dan negara. Rrela berkorban bagi bangsa dan negara yaitu meliputi:
- bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan fikiran demi kemajuan bangsa dan negara.
- siap membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman.
- Mempunyai kepedulian terhadap keselamatan bangsa dan negara.
- Mempunyai jiwa patriotisme terhadap bangsa dan negaranya.
- mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di daripada kepentingan pribadi atau golongan.
Kemampuan awal bela negara
- secara psikis mempunyai sifat disiplin, ulet, mentaati segala peraturan undang-undang yang berlaku, percaya terhadap kemampuan diri sendiri, tahan uji, pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan guna mencapai tujuan nasional.
- secara fisik mempunyai kondisi kesehatan dan keterampilan jasmani yang bisa mendukung kemampukuan awal bela negara yang bersifat psikis.
Indikator nilai mempunyai kemampuan awal bela negara meliputi:
- mempunyai kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan bertahan hidup serta mengatasi kesulitan.
- senantiasa memelihara kesehatan jiwa beserta raganya.
- ulet dan pantang menyerah menghadapi tantangan.
- terus membina kemampuan jasmani serta rohani.
- mempunyai keterampilan bela negara dalam bentuk keterampilan.
Menurut ICCE, integrasi nasional dapat diartikan penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari satu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang utuh, atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.
Integrasi yang dimaksud disini adalah kesatuan dan persatuan negara. Secara umum, integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari berbagai wilayah yang berbeda, atau memiliki berbagai perbedaan baik suku, budaya, dan berbagai latar belang ekonomi.
Menurut Paul B.Horton, integrasi yaitu proses pengembangan masyarakat yang mana segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi. Oleh karena integrasi suatu yang diharapkan dalam kehidupan masyarakat, maka harus tetap dijaga kelangsungannya.Integrasi nasional identik dengan integrasi bangsa yang berarti suatu prosespenyatuan atau perubahan berbagai aspek sosial budaya kedalam suatu wilayah dan pembentukan nasional atau bangsa.
a. Integrasi Kebudayaan.
Integrasi kebudayaan adalah penyusaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Integrasi Sosial.
Integrasi sosial merupakan penyusaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi bagi masyarakat tersebut.
c. Integrasi Nasional
- Adanya rasa toleransi, saling menghormati dan tenggang rasa.
- Terjadinya perkawinan campuran antara suku
- Makin pesatnya komunikasi dan transportasi antar daerah
- Meningkatnya solidaritas sosial yang dipengaruhi intensifnya kerja sama kelompok dalam masyarakat menghadapi kejadian bersama.
- Fungsi pemeintahan yang makin berjalan baik dan bijaksana terutama yang menyentuh masyarakat bawah.
- Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib sepenanggungan.
- Keinginan untuk bersatu dikalangan bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam sumpah pemuda tanggal 28 oktober 1928.
- Rasa cinta tanah air dikalangan bangsa Indonesia sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan dan mengisi kemerdekaan.
- Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
- Adanya simbol kenegaraan dalam bentuk Garuda Pancasila
- Pengembangan budaya gotong royong yang merupakan ciri khas kepribadian bangsa Indonesia secara turun temurun.
- masyarakat Indonesia yang beraneka ragam dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.
- Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan pulau yang dikelilingi oleh lautan luas.
- Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang merongrong keutuhan, kesatuan dan persatun bangsa, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negri.
- Masih besarnya ketimpangan dan tidak meratanya pembangunan dan hasil-hasil pembangunan yang menimbulkan rasa tidak puas.
- Adanya paham etnosentrime diantara beberapa suku bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain.
- Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa, akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik melewati kontak lansung maupun tidak lansung.
- Membangun dan menghidupkan komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
- Membangun kelembagaan di masyarakat yang berakarkan pada nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak memandang perrbedaan suku, agama, ras, keturunan, etnis dan perrbedaan-perbedaan lainnya, yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan.
- Meningkatkan integrasi bangsa, yaitu penyatuan berbagai macam kelompok sosial budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam satu identitas nasional.
- Mengembangkan prilaku integratif di Indonesia dengan upaya bekerja sama dalam berorganisasi dan berprilaku sesuai dengan cara yang dapat membantu tujuan organisasi.
- Meningkatkan integritasi nilai diantara masyarakat dan integrasi nilai Indonesia ada dalam Pancasila dan UUD 1945 sebagai sistim nilai bersama.
b. Pelatihan kepemimpinan
c. menciptakan stabilitas politik
d. Mewujudkan demokratisasi sistem pemerintahan didaerah
c. Sulit memperoleh keseragaman dan kesederhanaan
b. Keinginan untuk bersatu
c. Rasa cinta tanah air
d. Rasa rela berkorban
e. Kesepakatan atau konsensus nasional 2. Faktor pemghambat integrasi nasional antara lain
a. Kurangnya pemahaman dan penghargaan
b. Adanya ancaman,tantangan,hambatan dan gangguan
c. Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan hasil hasil pembangunan
d. Munculnya paham etnosentrisme dibeberapa suku bangsa
2. Secara internal tantangan yg dihadapi Indonesia adalah mengawal NRI agar tetap utuh dan bersatu.